Limapuluh Kota, Cipeh.id — Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menargetkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi pengungsi korban bencana tanah bergerak di Jorong Aia Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, rampung dan dapat ditempati dalam minggu ini.
Pembangunan huntara yang merupakan bagian dari penanganan darurat bencana tersebut saat ini telah mencapai hampir 70 persen.
Sejumlah fasilitas penunjang utama mulai terpasang, seperti jaringan listrik yang telah tersambung ke seluruh unit, sementara sarana air bersih masih dalam tahap pemasangan.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol, mengatakan bahwa proses pembangunan kini tinggal menyisakan beberapa barak yang sedang dalam tahap penyelesaian akhir.
“Pengerjaan huntara bisa dikatakan hampir selesai. Tinggal beberapa unit lagi yang sedang dirampungkan. Kami perkirakan pada Jumat, 23 Januari 2026, seluruh huntara sudah dapat ditempati oleh pengungsi korban tanah bergerak,” ujar Rahmadinol.
Selain menyiapkan hunian sementara, pemerintah daerah juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.
Warga calon penghuni huntara akan menerima perlengkapan rumah tangga, paket sembako, serta paket seragam sekolah bagi anak-anak yang masih bersekolah.
Salah seorang calon penghuni huntara, Silfa, berharap hunian tersebut segera dapat digunakan agar para korban bencana dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih layak.
“Kami sangat berharap huntara ini bisa segera ditempati. Setelah lama mengungsi, kami ingin mulai menata kehidupan lagi. Bangunannya sudah terlihat baik, ada listrik, air bersih, dan perlengkapan rumah tangga,” katanya.
Rahmadinol menambahkan, pembangunan huntara ini dilaksanakan sesuai pedoman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menekankan penyediaan hunian layak, aman, dan sehat bagi pengungsi.
Setelah seluruh huntara rampung dan ditempati, pemerintah daerah bersama instansi terkait akan melanjutkan ke tahap pembangunan hunian tetap (huntap) sebagai solusi jangka panjang bagi warga terdampak bencana tanah bergerak di wilayah tersebut. (Ady)
