PPP Kritik Pertumbuhan Ekonomi Limapuluh Kota Melambat, Pengangguran Justru Meningkat

Terbit:

LIMAPULUH KOTA, CIPEH.ID — Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Limapuluh Kota menyoroti peningkatan angka pengangguran dan melambatnya pertumbuhan ekonomi daerah dalam pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, yang disampaikan dalam rapat paripurna DPRD, Selasa (23/6/2026).

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Fraksi PPP DPRD Limapuluh Kota, Syafril, S.Ag, yang menilai kondisi perekonomian daerah perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Menurut Syafril, pertumbuhan ekonomi Limapuluh Kota pada 2025 tercatat sebesar 3,46 persen, menurun dibanding beberapa tahun sebelumnya yang selalu berada di atas 4 persen sejak 2022. Selain itu, angka pengangguran juga mengalami kenaikan dari 3,68 persen menjadi 3,78 persen.

“Pertumbuhan ekonomi kita terjun bebas sejak 2022 yang tidak pernah kurang dari 4 persen. Selain itu, kami juga menyorot terjadinya peningkatan pengangguran dari 3,68 persen menjadi 3,78 persen. Dua hal ini harus menjadi bahan evaluasi serius oleh pemerintah daerah,” ujar Syafril.

Meski demikian, Fraksi PPP mengapresiasi sejumlah capaian yang diraih pemerintah daerah, di antaranya penurunan angka kemiskinan dari 27,72 persen pada 2024 menjadi 24,61 persen pada 2025 serta meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Namun, Syafril menilai capaian tersebut belum cukup karena posisi Limapuluh Kota masih berada di kelompok bawah dalam peningkatan IPM di Sumatera Barat.

“Fraksi PPP berharap seharusnya kita berada di lima besar terbaik. Ini harus menjadi catatan kita bersama,” katanya.

Dalam pandangannya, Fraksi PPP menegaskan bahwa penurunan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya pengangguran harus menjadi fokus evaluasi pemerintah daerah ke depan.

Fraksi tersebut juga mendorong penguatan sinergi antara eksekutif dan legislatif agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Selain aspek ekonomi, Fraksi PPP turut menyoroti berbagai persoalan sosial yang dinilai memerlukan perhatian serius, seperti meningkatnya pergaulan bebas di kalangan generasi muda, penyalahgunaan narkoba, hingga masih adanya anak-anak yang putus sekolah.

Menurut Syafril, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan moral dan akhlak masyarakat serta penguatan peran tokoh agama dalam kehidupan sosial.

Pada kesempatan itu, Fraksi PPP juga meminta pemerintah daerah memastikan orientasi belanja daerah lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan masyarakat dibanding kebutuhan birokrasi.

Fraksi PPP mendorong agar pemenuhan hak dasar masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan menjadi prioritas utama dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah.

“Harus ada semangat afirmasi yang kuat untuk memprioritaskan kegiatan yang langsung dirasakan oleh masyarakat Limapuluh Kota,” tutup Syafril mewakili anggota Fraksi PPP, yakni Taufik Hidayatullah Ihsan dan Pen Yul Hasni. (Ady)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ungkap ke Publik

Ikuti Cipeh.id

Paling Ramai

Kisah Serupa
CIPEH

Danrem 032/WBR Laksanakan Kunjungan Kerja ke Kodim 0306/50 Kota, Pererat Sinergi dengan Forkopimda dan Prajurit

Lima Puluh Kota, Cipeh.id – Komandan Korem (Danrem) 032/Wira...

PWI Paliko Siapkan PWI Bhayangkara Cup 2026, Turnamen Biliar Jurnalis dan Polri se-Sumbagteng 

Limapuluh Kota, Cipeh.id — Pengurus Wartawan Indonesia (PWI) Payakumbuh-Limapuluh...

Satreskrim Polres 50 Kota Ringkus TO Operasi Sikat Singgalang 2026, Terduga Pelaku Pencurian Diamankan

Limapuluh Kota, Cipeh.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres...

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Payakumbuh Salurkan Air Bersih untuk Warga Jorong Simantuang

Payakumbuh, Cipeh.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun...