Konten ini khusus Pelanggan Cipeh
Sejumlah negara mengecam keras klaim Amerika Serikat yang menyatakan telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi militer yang terjadi awal Januari 2026 di Caracas. Pernyataan Presiden AS itu memicu gelombang kecaman dari berbagai penjuru dunia karena dianggap melanggar kedaulatan negara berdaulat.
Menurut laporan berbagai media, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS telah melakukan serangan besar-besaran ke wilayah Venezuela dan membawa Maduro serta istrinya ke luar negeri untuk menghadapi proses hukum di Amerika Serikat. Kehadiran mereka kemudian dikonfirmasi tiba di New York untuk menghadapi tuduhan pidana federal.
Berikut reaksi negara-negara yang mengecam tindakan tersebut:
Rusia
Rusia secara terbuka menunjukkan keprihatinan dan kecaman menyeluruh terhadap penangkapan Maduro, menyebut tindakan AS sebagai agresi bersenjata yang melanggar hukum internasional dan kedaulatan Venezuela.
China
Pemerintah China mengecam langkah AS sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan kedaulatan nasional Venezuela, menegaskan bahwa intervensi semacam itu tidak dapat dibenarkan.
Korea Utara mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam penangkapan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hak kedaulatan sebuah negara. Dalam pernyataannya, pejabat Korut menyebut tindakan AS sebagai manifestasi “dominasi brutal” yang tidak dapat diterima.
Iran
Pemimpin tertinggi Iran menegaskan pentingnya persatuan nasional dalam menghadapi upaya asing yang dipandang ingin memaksakan kehendaknya. Kementerian Luar Negeri Iran juga secara resmi mengecam serangan militer AS terhadap Venezuela sebagai pelanggaran terhadap integritas wilayah.
Brasil
Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, mengutuk penangkapan Maduro sebagai tindakan yang “melampaui batas” dan menyinggung prinsip hukum internasional. Menurut Lula, langkah itu mengancam stabilitas kawasan dan menyerukan tanggapan tegas dari komunitas global, terutama melalui PBB.
Negara-Negara Lain yang Mengecam
Selain yang disebut di atas, sejumlah pemerintah lain juga menyampaikan penolakan terhadap operasi militer dan penangkapan tersebut. Negara-negara yang menyatakan kecaman termasuk:
Kolombia
Bolivia
Trinidad dan Tobago
Ekuador
Uruguay
Chile
Panama
Meksiko
Prancis
Malaysia
Indonesia
Reaksi ini mencerminkan kekhawatiran global terhadap tindakan yang dipandang sebagai pelanggaran prinsip kedaulatan dan hukum internasional.
