Cipeh.id — Pemanfaatan tanaman chicory (Cichorium intybus) mulai dikembangkan sebagai pakan tambahan untuk mendukung peningkatan kualitas nutrisi dan produktivitas sapi potong. Inovasi ini menjadi salah satu upaya strategis dalam memperbaiki manajemen pakan ternak di tengah kebutuhan nutrisi yang semakin kompleks.
Kepala BPTU HPT Padang Mengatas menyampaikan bahwa pengembangan sumber pakan alternatif dengan nilai nutrisi tinggi penting untuk menunjang pertumbuhan sapi potong secara optimal. Chicory dinilai memiliki potensi besar karena kandungan nutrisinya yang baik serta tingkat kecernaan yang tinggi.
“Chicory dapat menjadi salah satu alternatif pakan tambahan yang potensial untuk melengkapi kebutuhan nutrisi ternak,” ujarnya.
Selama ini, sapi potong umumnya mengandalkan hijauan seperti rumput sebagai pakan utama. Namun, dalam kondisi tertentu, hijauan saja belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak, terutama protein, mineral, dan senyawa bioaktif yang berperan dalam mendukung pertumbuhan dan kesehatan.
Chicory hadir sebagai solusi tambahan yang dapat dikombinasikan dengan pakan utama. Tanaman ini tidak hanya membantu meningkatkan kualitas ransum, tetapi juga mengandung senyawa alami yang berperan dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan serta meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan.
Pemberian chicory dilakukan sebagai hijauan tambahan dalam ransum seimbang, sehingga ternak tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung pembentukan jaringan otot, pertumbuhan, dan menjaga kondisi tubuh tetap sehat.
Melalui inovasi ini, pengelolaan pakan diharapkan menjadi lebih optimal dan efisien. Selain itu, pemanfaatan chicory juga diharapkan mampu mendukung pengembangan usaha peternakan yang berkelanjutan serta meningkatkan produktivitas sapi potong guna memperkuat ketahanan pangan di sektor peternakan. (Ady)
