Diserang Beruang Saat Panen, Ayah-Anak di Limapuluh Kota Kini Bingung Cari Makan

Terbit:

Limapuluh Kota, Cipeh.id — Nasib pilu menimpa Wandi Putra (45) dan anaknya, Aldi (9), warga Jorong Mudiak Liki, Nagari Kurai, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota.

Pasca menjadi korban serangan beruang madu dan keluar dari rumah sakit, keduanya kini harus menghadapi kenyataan pahit dan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Peristiwa tersebut terjadi saat Wandi bersama anaknya memanen buah manggis di area perkebunan yang tidak jauh dari rumah mereka.

Secara tiba-tiba, seekor beruang madu muncul dan menyerang Aldi, menyebabkan luka serius pada bagian tangan. Melihat anaknya diserang, Wandi berusaha menolong, namun justru ikut diserang balik oleh satwa liar tersebut hingga mengalami luka parah di bagian wajah dan kepala.

Akibat kejadian itu, Wandi dan Aldi sempat menjalani perawatan intensif di RSUD M Djamil Padang. Setelah dinyatakan boleh pulang, kondisi keduanya masih lemah dan membutuhkan masa pemulihan, sehingga Wandi tidak dapat kembali bekerja sebagai petani kebun seperti sebelumnya.

“Kondisi ekonomi keluarga ini sangat memprihatinkan. Mereka tergolong keluarga miskin dan tinggal di rumah yang tidak layak huni,” ujar Wali Nagari Kurai, Beni Eka Putera, kepada awak media, Selasa (20/1/2026) sore.

Menurutnya, pasca kejadian tersebut, keluarga korban benar-benar kehilangan sumber penghasilan. Selama masa perawatan, biaya hidup telah menguras tabungan mereka, sementara hingga kini tidak ada pemasukan sama sekali untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Konflik antara manusia dan beruang madu di wilayah tersebut diketahui kerap terjadi, terutama saat musim buah. Menyempitnya habitat satwa liar diduga menjadi penyebab utama beruang masuk ke area perkebunan warga.

Warga setempat berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota maupun instansi terkait, baik berupa bantuan pangan, santunan pengobatan lanjutan, maupun solusi jangka panjang untuk mencegah konflik satwa liar dengan manusia.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa konflik habitat tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga berdampak serius terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat kecil di daerah. (Ady)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ungkap ke Publik

Ikuti Cipeh.id

Paling Ramai

Kisah Serupa
CIPEH

Dari Pelosok Kapur IX ke Panggung Nasional: Aurel Finicia Putri Lolos Jamnas XII 2026

Limapuluh Kota, Cipeh.id — Keterbatasan infrastruktur tak menghalangi prestasi....

Demi Beli Narkoba, Pria di Limapuluh Kota Nekat Curi Motor

Limapuluh Kota, Cipeh.id -- Dua Hari Usai Lakukan Curanmor,...

Dua Tahun Menjabat, Kinerja Sekda Limapuluh Kota Disorot: IPM Turun

Limapuluh Kota, Cipeh.id — Memasuki dua tahun masa jabatan...

Pemkab Lima Puluh Kota Jadi Penengah Ditengah Konflik Antar Masyarakat dan Wali Nagari

Lima Puluh Kota, Cipeh.id  -- Pemerintah Kabupaten Lima Puluh...