Limapuluh Kota, Cipeh.id — Kondisi Jalan Setangkai yang menghubungkan jalur Payakumbuh–Lintau di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, kini hampir seluruhnya mulus setelah bertahun-tahun mengalami kerusakan parah.
Jalan yang sempat dijuluki masyarakat sebagai “jalan seribu lobang” itu sebelumnya dikenal berlubang, berlumpur, dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Perbaikan jalan kini dilakukan secara bertahap melalui pendanaan pemerintah pusat.
Anggota DPR RI dari Sumatera Barat, Andre Rosiade, meninjau langsung progres pengerjaan jalan tersebut di Nagari Tanjung Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Sabtu (9/5/2026).
Dalam kunjungannya, Andre menyebut perbaikan jalan dilakukan setelah pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum mengalokasikan anggaran sekitar Rp75 miliar.
“Jalan ini sudah lebih dari 10 tahun tidak diperbaiki. Setelah kondisi jalan dilaporkan ke pemerintah pusat, akhirnya dialokasikan anggaran untuk perbaikan dan sekarang pengerjaannya hampir rampung,” ujar Andre.
Ia menjelaskan, ruas Jalan Setangkai berstatus jalan provinsi. Namun karena keterbatasan anggaran daerah, perbaikan dilakukan melalui intervensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Andre, proyek tersebut mencakup pembangunan jalan sepanjang lebih dari 8 kilometer, terdiri dari sekitar 5,5 kilometer rigid beton dengan ketebalan 30 sentimeter dan sekitar 3 kilometer jalan aspal.
Ia juga meminta masyarakat ikut menjaga kondisi jalan agar tetap bertahan lama setelah proyek selesai dikerjakan.
“Kita berharap jalan ini bisa dipelihara bersama karena proses mendapatkan anggaran perbaikannya tidak mudah,” katanya.
Sementara itu, Wali Nagari Tanjung Gadang, Zamhar, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas realisasi pembangunan jalan tersebut. Ia menyebut masyarakat telah lama menantikan perbaikan akses utama penghubung wilayah itu.
“Alhamdulillah sekarang kondisi jalan sudah jauh lebih baik dan manfaatnya mulai dirasakan masyarakat,” ujar Zamhar.
Menurutnya, keberadaan jalan yang lebih layak akan membantu aktivitas warga, termasuk transportasi hasil pertanian dan mobilitas masyarakat sehari-hari.
Dalam peninjauan tersebut turut hadir sejumlah anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Limapuluh Kota serta perwakilan Balai Pelaksana Jalan Nasional Sumatera Barat. (Ady)
