Limapuluh Kota, Cipeh.id — Fenomena lubang raksasa atau sinkhole di area persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, kini menjadi wisata dadakan. Terlebih, lubang raksasa itu kini mengeluarkan air jernih berwarna biru. Sejak 10 hari belakangan benar-benar viral. Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy pun mendatangi lokasi, Minggu, (11/01/2026).
Kedatangan Wagub Sumbar ke lokasi sinkhole didampingi Bupati Safni, Wabup Ahlul Badrito Resha, Kepala OPD, TNI-Polri, Jajaran BPBD, Jajaran Dinas ESDM, serta Badan Geologi dan Anggota DPRD.
Dalam keterangannya, Vasco Ruseimy menyebutkan bahwa kejadian sinkhole tersebut merupakan fenomena alam yang sebenarnya cukup lazim terjadi di daerah dengan kondisi geologi tertentu.
Namun demikian, pemerintah harus tetap mengambil langkah serius guna memastikan keselamatan masyarakat di sekitarnya. “Prinsipnya ini memang kejadian alam. Kita sudah cek langsung bersama Badan Geologi dari pusat untuk memastikan kondisi alam dan kontur di dalam seperti apa,” ujar Vasco
Berdasarkan hasil perhitungan cepat yang dilakukan, Vasco menjelaskan bahwa kualitas air di dalam sinkhole belum aman untuk dikonsumsi langsung. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan nilai pH air berada di bawah 6,5, sementara kandungan Total Dissolved Solids (TDS) dan zat besi (Fe) masih dalam batas aman.
Namun, kandungan polutan dan bakteri dinilai cukup tinggi. “Untuk diminum itu masih kurang bagus. Kalau mau diminum harus diproses dulu, dimasak dulu. Jangan langsung dikonsumsi, karena secara kualitas mirip air sungai,” tegasnya.

Lebih lanjut, Vasco menekankan bahwa hal terpenting saat ini adalah penentuan zona aman di sekitar sinkhole. Dari perhitungan cepat, jarak aman sementara ditetapkan sekitar 50 meter dari titik sinkhole, meski angka tersebut masih bersifat sementara.
“Untuk hitungan cepat, jarak 50 meter itu lebih aman. Tapi nanti akan dihitung lebih detail lagi. Mudah-mudahan bisa ditemukan batas aman yang lebih dekat, tapi tetap keselamatan yang utama,” jelasnya.
Ia menambahkan, kajian lanjutan akan dilakukan oleh Dinas ESDM bersama Badan Geologi, dan hasilnya akan diserahkan kepada Bupati Lima Puluh Kota sebagai dasar pengambilan kebijakan lebih lanjut. “Nanti setelah hasil geologi secara keseluruhan keluar, baru Pak Bupati yang akan menentukan kebijakannya seperti apa,” katanya.
Meski masyarakat diizinkan untuk melihat langsung lokasi sinkhole, Vasco mengimbau agar warga tetap mematuhi batas pengamanan dan mengutamakan keselamatan diri. Selain itu ia juga menghimbau masyarakat untuk tidak mengaitkan fenomena alam tersebut dengan hal-hal mistis, apalagi bisa menyembuhkan penyakit. “Ini murni fenomena alam,” katanya. (Ady)
