PAYAKUMBUH, CIPEH.ID — Seorang pelajar kelas VII SMP di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, diduga menjadi korban penipuan dengan modus menawarkan bantuan saat kendaraan mogok. Dalam peristiwa yang terjadi pada Kamis (29/10/2026) pagi itu, korban berinisial K-L mengalami kerugian berupa dua unit telepon seluler (ponsel) dan uang tunai.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Batang Agam, BWS V, Kelurahan Koto Nan IV, Kecamatan Payakumbuh Barat.
Berdasarkan keterangan keluarga, kejadian bermula sekitar pukul 07.00 WIB ketika korban dalam perjalanan menuju sekolah menggunakan sepeda motor. Namun, kendaraan yang dikendarainya tiba-tiba mogok di kawasan tersebut.
Saat korban mengalami kesulitan, seorang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio berwarna hitam datang dari arah berlawanan dan menawarkan bantuan. Korban yang masih duduk di bangku kelas VII itu menerima tawaran tersebut. Pria itu kemudian membantu mendorong sepeda motor korban hingga sampai ke rumahnya di Kelurahan Padang Tangah, Kecamatan Payakumbuh Barat.
Setibanya di rumah, pria tersebut meminta sejumlah peralatan atau kunci-kunci dengan alasan hendak memperbaiki sepeda motor korban. Karena tidak memiliki peralatan yang dimaksud, pria itu kemudian menawarkan diri untuk menjemputnya dari suatu tempat.
Namun, sebelum pergi, pria tersebut meminta uang Rp100 ribu kepada korban dengan alasan untuk membeli minyak. Tanpa menaruh curiga, korban menyerahkan uang tersebut dan kemudian dibonceng menggunakan sepeda motor pelaku.
Dalam perjalanan, keduanya tiba di kawasan Situjuah. Di lokasi itu, korban diminta turun karena pria tersebut mengaku hendak menuju sebuah pondok.
Paman korban berinisial M (52) mengatakan, berdasarkan penuturan keponakannya, pria tersebut beberapa kali menepuk pundak korban. Setelah kejadian itu, korban diduga menyerahkan dua unit ponsel kepada pria tersebut tanpa menyadari apa yang sedang terjadi.
“Iya, tadi pagi keponakan saya diduga menjadi korban hipnotis. Dari kejadian itu, korban mengalami kerugian jutaan rupiah, yakni dua buah handphone,” ujar M saat ditemui di Balai Wartawan, Kamis sore (29/10/2026).
Menurut M, keponakannya baru menyadari kejadian yang dialaminya sekitar setengah jam setelah pria tersebut pergi membawa kedua ponsel. Korban kemudian menangis setelah menyadari barang-barangnya telah dibawa pria tak dikenal itu.
Warga yang mengetahui kondisi korban selanjutnya membantu dan mengantarkannya pulang dengan bantuan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Situjuah.
Hingga berita ini ditulis, identitas pria yang diduga membawa uang dan dua unit ponsel milik korban belum diketahui. Dugaan hipnotis dalam peristiwa tersebut masih berdasarkan keterangan korban yang disampaikan pihak keluarga. (**)
