LIMA PULUH KOTA, CIPEH.ID – Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, terus mematangkan berbagai inovasi dan pembenahan pemerintahan nagari dalam menghadapi penilaian Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026.
Keseriusan tersebut mendapat perhatian melalui kunjungan Tim Klarifikasi Lapangan yang disambut Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, S.H., M.M., di Pendopo Rumah Dinas Bupati Lima Puluh Kota, Rabu (4/11/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari tahapan penilaian untuk mencocokkan berbagai capaian dan inovasi yang telah dilaporkan pemerintah nagari dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha menyampaikan optimisme terhadap peluang Nagari Balai Panjang untuk bersaing di tingkat nasional.
Menurutnya, nagari tersebut memiliki potensi yang sejalan dengan visi Kabupaten Lima Puluh Kota yang bermartabat, maju, dan berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa potensi nagari perlu dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Sumber daya air, misalnya, dapat diarahkan untuk pengembangan destinasi wisata. Sementara itu, kondisi alam yang sejuk berpeluang mendukung sektor peternakan ayam, disertai penguatan hilirisasi terhadap potensi bahan baku yang tersedia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumatera Barat, Mahdianur, menilai Nagari Balai Panjang memiliki potensi yang luar biasa. Berdasarkan pembinaan dan pengecekan sebelumnya, pemerintah nagari dinilai telah melakukan berbagai inovasi dan pembenahan, termasuk dalam program ketahanan pangan serta penguatan kerja sama dengan sejumlah pihak.
Tim klarifikasi lapangan yang hadir terdiri dari Sri Wahyu Febrianti Firman, S.T., dan Willianto Parmanongan Siagian, S.STP., M.AP., bersama rombongan.
Penilaian tahun ini mengusung tema “Transformasi Desa sebagai Pilar
Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045”. Melalui klarifikasi lapangan, tim ingin memastikan kesesuaian antara capaian yang telah disampaikan dengan pelaksanaan program serta kondisi faktual di Nagari Balai Panjang.
Di sisi lain, Wali Nagari Balai Panjang, Idris, bersama jajaran pemerintahan nagari dan masyarakat telah mempersiapkan sejumlah program unggulan untuk mendukung proses penilaian tersebut.
Persiapan itu meliputi penguatan program ketahanan pangan, pembenahan tata kelola pemerintahan, pengembangan potensi nagari, hingga peningkatan kerja sama dengan berbagai pihak.
Melalui tahapan klarifikasi ini, diharapkan seluruh capaian dan inovasi Nagari Balai Panjang dapat tergambar secara objektif.
Lebih dari sekadar mengejar prestasi tingkat nasional, proses tersebut juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mendorong kesejahteraan masyarakat nagari. (**)
