Tak Ingin Peternak Puyuh Merugi Bupati Safni Minta Dapur MBG Serap Produk Lokal

Terbit:

Limapuluh Kota, Cipeh. Id- Keluhan para peternak puyuh petelur di Kabupaten Limapuluh Kota langsung mendapat respons cepat dari Bupati Limapuluh Kota, H. Safni.
‎
‎Buktinya, menyikapi anjloknya harga telur puyuh dan sulitnya pemasaran sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan, Bupati Safni langsung memanggil pengelola dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mencarikan solusi konkret bagi peternak lokal.
‎
‎“Para peternak puyuh menyampaikan langsung kepada kami soal harga telur yang jatuh dan produksi mereka belum terserap dapur MBG. Karena itu kami langsung memanggil pengelola dapur MBG agar bisa menyerap pangan lokal seperti telur puyuh ini,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).
‎
‎Keluhan tersebut disampaikan sekitar 30 pengusaha peternak telur puyuh yang datang menemui Bupati Safni. Mereka berharap harga telur kembali stabil dan hasil produksi peternak lokal bisa masuk dalam kebutuhan dapur MBG di Limapuluh Kota.
‎
‎Persoalan telur puyuh sebelumnya juga sempat mengemuka dalam sidang paripurna DPRD Limapuluh Kota. Sejumlah pihak menilai kehadiran program MBG seharusnya memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal, termasuk peternak dan pelaku pangan daerah.
‎
‎Menindaklanjuti persoalan itu, Bupati Safni bersama Dinas Pangan langsung mengumpulkan 20 pengelola dapur MBG di Limapuluh Kota. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah meminta agar pangan lokal, khususnya telur puyuh, dapat mulai diserap untuk kebutuhan menu MBG.
‎
‎Kepala Dinas Pangan Limapuluh Kota, Yunire Yunirman, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah agar manfaat program MBG benar-benar dirasakan masyarakat.
‎
‎“Kita ingin kehadiran dapur MBG memberi efek ekonomi bagi masyarakat sekitar. Karena itu kita minta pengelola SPPG memprioritaskan pangan lokal seperti telur puyuh,” ujarnya.
‎
‎Menurut Yunire, salah satu alasan telur puyuh belum digunakan karena proses pengupasan dinilai lebih rumit. Namun, Pemkab telah menawarkan solusi dengan penggunaan alat pembuka telur puyuh yang harganya relatif murah.
‎
‎“Alatnya sederhana dan harganya sekitar Rp1 juta. Jadi sebenarnya bisa diatasi,” katanya.
‎
‎Selain itu, atas arahan Bupati Safni, Pemkab Limapuluh Kota saat ini juga tengah menyusun surat imbauan kepada seluruh pengelola SPPG agar mempertimbangkan telur puyuh sebagai salah satu menu protein hewani dalam program MBG.
‎
‎Pemerintah daerah berharap langkah tersebut dapat membantu menjaga stabilitas harga telur puyuh sekaligus meningkatkan pendapatan peternak lokal.
‎
‎“Kita ingin masyarakat ikut merasakan manfaat dari program MBG, termasuk peternak, petani, dan pelaku pangan lokal lainnya,” pungkasnya. (rdo) 
‎
‎

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ungkap ke Publik

Ikuti Cipeh.id

Paling Ramai

Kisah Serupa
CIPEH

Dua Kedai Tuak di Parumpuang Disegel, Ratusan Liter Miras Diamankan Tim Gabungan Satpol-PP Limapuluh Kota 

LIMAPULUH KOTA, CIPEH.ID – Tim gabungan Satuan Polisi Pamong...

Green Policing di Bukik Limbuku, Kapolres 50 Kota Dorong Gerakan Tanam Pohon dan Pengembangan Perkebunan

Limapuluh kota, cipeh.id- Dalam upaya mendukung pelestarian lingkungan dan...

Tebing Harau Bidik Panggung Dunia, 300 Pemanjat dari Berbagai Negara Berdatangan

LIMAPULUH KOTA, CIPEH.ID – Sebanyak 300 pemanjat tebing dari...

Nagari Balai Panjang Bidik Prestasi Nasional, Tim Klarifikasi Turun Langsung ke Lapangan

LIMA PULUH KOTA, CIPEH.ID – Nagari Balai Panjang, Kecamatan...