LIMAPULUH KOTA, CIPEH.ID — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa sore (27/10/2026), menyebabkan Sungai Lobuah Tunggang meluap dan merendam permukiman warga di Jorong Lobuah Tunggang, Nagari Simpang Kapuak, Kecamatan Mungka.
Banjir tersebut berdampak pada sembilan rumah warga yang dihuni 11 kepala keluarga (KK). Selain permukiman, genangan air juga merendam fasilitas umum berupa satu unit sekolah dasar (SD) dan sejumlah ruas jalan, sehingga mengganggu akses serta aktivitas masyarakat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Hingga Selasa pukul 21.00 WIB, air masih menggenangi sejumlah rumah warga. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota terus melakukan pemantauan dan pendataan untuk mengetahui dampak banjir.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Limapuluh Kota melalui Sekretaris BPBD, M. Farid Wajidi, didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Ririanto Eko Putra serta Kasi Kedaruratan Didik Purwanto, mengatakan banjir dipicu tingginya intensitas hujan yang menyebabkan sungai meluap.
“Akibat intensitas hujan yang tinggi, sungai di Simpang Kapuak meluap dan merendam permukiman warga serta fasilitas umum berupa jalan dan sekolah. Ketinggian air diperkirakan mencapai lutut orang dewasa di sejumlah titik. Air mulai memasuki rumah warga dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Farid, Selasa (27/10/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan pendataan sementara, banjir berdampak pada sembilan rumah yang dihuni 11 KK. Sementara itu, fasilitas umum yang terdampak meliputi satu unit sekolah dasar.
Sebagai langkah penanganan awal, BPBD melakukan pemantauan kondisi di lokasi kejadian sekaligus mendata dampak banjir. Petugas juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama jika hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.
Masyarakat diminta menjauhi arus air yang deras serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan debit sungai.
Jika hujan dengan intensitas tinggi terus berlangsung, genangan dikhawatirkan bertahan atau meluas. Karena itu, warga di sekitar aliran sungai diimbau untuk terus memantau perkembangan kondisi lingkungan dan mengikuti arahan petugas. (**)
